OSSCCE#6 Departemen Pendidikan Kimia UPI: Inovasi Pembelajaran Kimia di Masa Pandemi Covid-19

Online Seminar Series of Chemistry and Chemistry Education Sesi 6 (OSSCCE#6) merupakan webinar terakhir dari serangkaian webinar yang diadakan oleh Departemen Pendidikan Kimia FPMIPA UPI pada semester ini. OSSCCE#6 bertajuk “Inovasi Pembelajaran Kimia di Masa Pandemi Covid-19”menghadirkan dua narasumber yaitu Prof. Sri Rahayu, M.Ed., Ph.D. dari Universitas Negeri Malang dan Prof. Dr. Anna Permanasari, M.Si dari Universitas Pendidikan Indonesia, dan dihadiri sekitar 400 peserta dari berbagai profesi (dosen, guru, mahasiswa, dan praktisi) yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan webinar ini berlangsung melalui  platform zoom webinar maupun Youtube channel.

Pada kesempatan pertama, Prof. Sri Rahayu menyampaikan materi berkaitan dengan peningkatan literasi sains siswa melalui pembelajaran berbasis socioscientific issue (SSI). Beliau sangat menekankan bagaimana seorang “Chemically Literate Person” harus memiliki general scientific ideas, untuk dapat menjelaskan dan menginvestigasi hal yang makroskopik, submikroskopik dan simbolik, serta mampu memahami dan memanfaatkan ilmu kimia dalam masalah di kehidupan sehari-hari. Akan tetapi menurut beliau, pendidikan kimia di Indonesia, pada prakteknya masih banyak kekurangan terutama kaitannya dengan lemahnya relevansi, dimana pelajaran kimia yang diterima siswa di kelas masih belum cukup relevan dengan apa yang mereka temui dalam kasus di kehidupan sehari-hari, sehingga masih sulit untuk dapat mendorong siswa mampu mencintai kimia. Oleh karena itu untuk dapat menghadapi masalah tersebut Prof. Sri mengadaposi model pembelajaran dari Mahaffy’s chemistry edu yang mana pada model ini tidak hanya memperhatikan makroskopik, molecular dan simbolik, namun juga memperhatikan aspek humanistik. Sehingga, dalam aplikasi SSI pada pembelajaran kimia perlu mengambil case based issue yang sedang terjadi di tengah masyarakat, kemudian dibahas d ikelas dari aspek sains. Diharapkan siswa akan mampu mengaplikasikan soft skill dari seorang ilmuwan seperti curiosity, menganalisis, berargumen, melihat atau menilai sesuatu dari segala sisi dan lain sebagainya.

Pada sesi kedua, Prof. Anna Permanasari sebagai narasumber kedua, mengangkat topik yang berkaitan dengan “Membangun Multi Literasi dalam Pembelajaran Kimia Inovatif”. Materi dimulai dengan permasalahan global yang dihadapi di dunia, salah satunya yang ditekankan oleh Prof. Anna yakni “Quality Education”. Menurut beliau, di Indonesia masih ditemukan berbagai masalah dalam pendidikan diantaranya yakni VUCA (Voltality, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dan isu kualitas dan kesetaraan. Untuk menghadapi permasalahan tersebut, perlu dimplementasikan pendidikan berbasis multiliterasi melalui media multiresources. Terdapat tiga hal yang menjadi paradigma belajar siswa di kelas. Pada era ini sudah saatnya siswa diarahkan untuk mempelajari hal yang esensial, kemudian perlu dilatih untuk mengembangkan keterampilan multiliterasi dengan mengutamakan 4Cs (Critical thinking skills, Collaboration, Creativity, Communication) melalui media pembelajaran yang multiresources yang berbasis ICT. Salah satu cara pendekatan yang dapat diadaptasi yaitu STEM Education, yang dapat melatih kemampuan siswa dalam memahami sesuatu secara komprehensif serta memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah, serta melatih attitude dan selfawareness.  Pada kesempatan kali ini, Prof. Ana memberikan contoh berkaitan dengan aplikasi STEM dakam pembelajaran kimia di kelas, yaitu dengan mengangkat kasus yang berkaitan dengan linkungan.

Selain penyampaian materi oleh kedua narasumber, terdapat sesi quis interaktif dan , sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator Dr. Wiji M.Si. Sampai jumpa di seri webinar departemen Pendidikan kimia lainnya.

Materi lengkap bisa disaksikan melalui link berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=ypvmduVLOzE

https://www.youtube.com/watch?v=hE500UzyNHQhttps://www.youtube.com/watch?v=ZLgmPCyXUVM