Program World Class Profesor (WCP)

Program World Class Professor (WCP) adalah program mengundang profesor kelas dunia dari berbagai PT ternama dalam dan luar negeri untuk ditempatkan di PT di Indonesia selama kurun waktu tertentu. Program ini dimaksudkan agar dosen/peneliti dapat berinteraksi dengan profesor ternama dan unggul sehingga dapat meningkatkan kehidupan akademis, kompetensi, kualitas dan kontribusinya bagi pengembangan IPTEKS dan penguatan sistem inovasi nasional dalam upaya pemanfaaatan seoptimal mungkin keragaman dan kekayaan sumber daya alam Indonesia bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Secara khusus, program ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah publikasi internasional pada jurnal bereputasi bertaraf Q1, meningkatkan kompetensi SDM dalam meneliti dan menulis publikasi dan menggali potensi dosen dan sumber daya Indonesia untuk berkontribusi pada pengembangan IPTEKS Indonesia dan global. Hal ini sejalan dengan visi, misi, tujuan, dan rencana strategis (renstra) institusi konsorsium (UPI, ITB, UGM, dan UNMUL) dalam kebijakan terkait riset.

Melalui program WCP yang diusulkan, UPI bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Mulawarman membentuk konsorsium untuk berkolaborasi dengan 6 (enam) orang profesor kelas dunia dengan reputasi unggul di bidangnya masing-masing. Keenam profesor tersebut berasal dari berbagai negara dengan kualifikasi dan bidang keahlian yang beragam, yaitu:

  1. Professor Katsumi Kaneko, distinguished profesor dari Centre for Energy and Environmental Science (CEES), Shinshu University, Jepang, dengan keahlian advanced material sciences, energy, dan environmental science, dengan h-index Scopus 67, total dokumen 549, dan total sitasi 19.004.
  2. Professor Alan L. Chaffee, professor aktif dari School of Chemistry, Monash University, Australia. Professor Chaffee memiliki networking yang kuat dengan Australian Insitute of Energy, Royal Society of Chemistry (RSC), dan American Society of Chemistry (ACS). Saat ini, Professor Chaffee memiliki 189 dokumen di SCOPUS, dengan total sitasi 3.678 dan h-index 32.
  3. Professor Rizalman Mamat, peneliti sekaligus dekan pada Fakultas Teknik Mesin, Universitas Malaysia Pahang. Bidang yang ditekuni Prof. Rizalman diantaranya pengembangan energi terbarukan berbasis diversifikasi sumberdaya alam, serta pengembangan biofuel dan bioaditif untuk diaplikasikan pada berbagai bahan bakar mesin diesel. Saat ini, Prof. Rizalman memiliki total dokumen 216, total sitasi 1.668 dengan h-index 20 di SCOPUS.
  4. Profesor Gil Garnier adalah direktur dari Bioresource Processing Research Institute of Australia (BioPRIA) di bawah Department of Chemical Engineering, Monash University. Prof. Garnier juga berperan sebagai direktur pada proyek prestisius ARC-funded Industry Research Hub – the Bioprocessing Advanced Manufacturing Initiative(BAMI).  Garnier memiliki 141 artikel terindeks SCOPUS, dengan 1.894 sitasi, dan h-indeks 23.
  5. Profesor Young Gun Ko adalah profesor dari School of Materials Science and Engineering Yeungnam University, Korea Selatan. Saat ini menjabat sebagai Ketua dari kelompok riset Plasticity Control and Mechanical Modelling Laboratory, dan menjabat sebagai Principle Investigator pada proyek prestisius BK21+ tahun pendanaan 2015-2025. Ko memiliki 127 dokumen, total sitasi 1.505 dengan h-indeks 20 pada database SCOPUS.
  6. Profesor Edward Tiekink adalah distinguished professor dan Kepala dari Research Centre for Crystalline Material, School of Science and Technology, Sunway University, Malaysia. Fokus riset Prof. Tiekink adalah crystallography, metal based food and drugs, dan toksikologi. Prof Tiekink memiliki 1.383 dokumen di SCOPUS, dengan sitasi sebanyak 16.253, dan h-indeks 59.