3. TEORI HIBRIDA

 

Teori domain elektron dapat digunakan untuk meramalkan bentuk molekul,tetapi teori ini tidak dapat digunakan untuk mengetahui penyebab suatu molekul dapat berbentuk seperti itu. Sebagai contoh, teori domain elektron meramalkan molekul metana (CH4) berbentuk tetrahedron dengan 4 ikatan C-H yang ekuivalen dan fakta eksperimen juga sesuai dengan ramalan tersebut, akan tetapi mengapa molekul CH4 dapat berbentuk tetrahedron?

 

Pada tingkat dasar, atom C (nomor atom = 6) mempunyai konfigurasi elektron sebagai berikut :

 

6C : 1s2 2s2 2p2

 

Dengan konfigurasi elektron seperti itu, atom C hanya dapat membentuk 2 ikatan kovalen (ingat, hanya elektron tunggal yang dapat dipasangkan untuk membentuk ikatan kovalen). Oleh karena ternyata C membentuk 4 ikatan kovalen, dapat dianggap bahwa 1 elektron dari orbital 2s dipromosikan ke orbital 2p, sehingga C mempunyai 4 elektron tunggal sebagai berikut :

 

6C : 1s2 2s2 2p2

 

menjadi:

 

6C : 1s2 2s1 2p3

 

Namun demikian, keempat elektron tersebut tidaklah ekuivalen dengansatu pada satu orbital 2s dan tiga pada orbital 2p, sehingga tidak dapat menjelaskan penyebab C pada CH4 dapat membentuk 4 ikatan ekuivalen yang equivalen. Untuk menjelaskan hal ini, maka dikatakan bahwa ketika atom karbon membentuk ikatan kovalen dengan H membentuk CH4, orbital 2s dan ketiga orbital 2p mengalami hibridisasi membentuk 4 orbital yang setingkat. Orbital hibridanya ditandai dengan sp3 untuk menyatakan asalnya, yaitu satu orbital s dan 3 orbital p.

 

6C: 1s2 2s1 2p3  mengalami hibridisasi menjadi 6C : 1s2 (2sp3)4

 

Hibridisasi tidak hanya menyangkut tingkat energi, tetapi juga bentuk orbital gambar. Sekarang, C dengan 4 orbital hibrida sp3, dapat membentuk 4 ikatan kovalen yang equivalen. Jadi, hibridisasi adalah peleburan orbital-orbital dari tingkat energi yang berbeda menjadi orbital-orbital yang setingkat.

 

  

 

 

 

 

 

 

 

Kemungkinan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi

Orbital asal

Orbital hibrida

Bentuk molekul

hibrida

Gambar

 

s, p

 

 

s, p, p

 

 

 

 

 

 

s, p, p, p

 

 

 

 

 

 

s, p, p, p, d

 

 

 

 

 

s, p, p, p, d, d

Sp

 

 

Sp2

 

 

 

 

 

 

Sp3

 

 

 

 

 

 

Sp3d

 

 

 

 

 

Sp3d2

Linier

 

 

Segitiga sama sisi

 

 

 

 

 

 

Tetrahedron

 

 

 

 

 

 

Bipiramida trigonal

 

 

 

 

 

Octahedron

 

 

 

 

 

 

                                                    Kembali