PENGERTIAN ASAM-BASA MENURUT ARRHENIUS
            Asam adalah zat yang dalam air melepaskan ion H+. dengan kata lain, pembawa sifat asam adalah ion H+. asam Arrhenius dapat dirumuskan sebagai HxZ dan dalam air mengalami ionisasi sebagai berikut :
                        HxZ(aq)    xH+(aq) + Zx-(aq)
            Jumlah ion H+ yang dihasilkan oleh satumoleku asam disebut valensi asam, sedangkan ion negatif yang terbentuk dari asam setelah melepas ion H+ deisebut ion sisa asam. Nama asam sama dengan nama ion sisa asam dengan didahului kata asam. berbagai contoh asam dan reaksi ionisasinya diberikan pada Tabel 5.1 berikut :
            Tabel 5.1. Beberapa Contoh Asam dan Reaksi ionisasinya


Rumus asam

Nama asam

Reaksi ionisasi

Valensi asam

Sisa asam

Asam Anorganik
(asam mineral)

 

 

 

 

HCL

Asam Klorida

HCL      H+ +Cl-

1

Cl-

HCN

Asam Sianida

HCN       H+ + CN-

1

CN-

H2S

Asam Sulfida

H2S       2H+ + S2-

2

S2-

H2SO4

Asam Sulfat

H2SO4       2H+ + SO42-

2

SO42-

H3PO3

Asam fosfit

H3PO3       2H+ + HPO32-

2

HPO32-

Asam Organik

 

 

 

 

HCOOH

Asam Format
(asam semut)

HCOOH     H+ + HCOO-

1

HCOO-

CH3COOH

Asam Asetat
(asam cuka)

CH3COOH       H+ + CH3COO-

1

CH3COO-

 

            Basa adalah senyawa yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida (OH-). Jadi, pembawa sifat, basa adalah ion OH-. Basa arhenius merupakan hidroksi logam, dapat dirumuskan sebagai M(OH)x, dan daam air mengion sebagai berikut :
            M(OH)x(aq)         Mx+ (aq) + xOH-(aq)
Jumla ion OH- yang dapat dilepaskan oleh satu molekul basadisebut valensi basa. Beberapa contoh basa Arrhenius diberikan pada tabel 5.2
            Tabel 5.2 Beberapa Contoh Basa dan Rekasi ionisainya


Rumus basa

Nama basa

Rekasi ionisasi

Valensi

NaOH

Natrium hidroksida

NaOH      Na+ + OH-

1

Ca(OH)2

Kalsium hidroksida

Ca(OH)2      Ca2+ +2OH+

2

Ba(OH)2

Barium hidroksida

Ba(OH)2       Ba2+ + 2OH-

2

Al(OH)3

Aluminium hidroksida

Al(OH)3          Al3+ + 3OH-

3

 



           
           
PENGERTIAN ASAM-BASA MENURUT BRONSTED-LOWRY
            Pada tahun 1923, Johanes N. Bronsted dan Thomas M. Lowry dalam waktu yang bersamaan, walaupun bekerja sendiri-sendiri, mengajukan konsep asam-basa berdasarkan perpindahan proton (H+). Menurut Bronsted dan Lowry, asam adalah spesi yang memberikan proton, sedangkan basa spesi yang menerima proton pada suatu reaksi pemindahan proton. Jadi,menurut peramaan di bawah ini, H2O berlaku sebagai basa karena menerima proton dari HCl.
        H+

HCl(aq) + H2O (l)         Cl-(aq) + H3O+(aq) ......... (persamaan)


Text Box: Asam Bronsted-Lowry = donor proton  Basa Bronsted-Lowry	= akseptor proton   

             Konsep asam-basa Bronsted-Lowry ini lebih luas dari pada konsp asam-basa Arrhenius, karena :

  1. Konsep asam-basa dari bronsted-Lowry tidak terbaras dalam pelarut air, tetapi juga menjelaskan reaksi asam-basa dalam pelarut lain atau bahkan reaksi tanpa pelarut.
  2. Asam dan basa dari Bronsted-Lowry tidak hany aberupa molekul tetapi dapat juga berupa kation atau anion. Konsep asam-basa dari NH4Cl yang bersifat asam adalah NH4+ karena dalam air dapat melepskan proton.

 

PENGERTIAN ASAM-BASA MENURUT LEWIS
            Gilbert N. Lewis memberikan pengertian asam dan basa berdasarkan serah terima pasangan elektron sebagai berikut :
Text Box: Asam	= akseptor pasangan elektron  Basa 	= donor pasangan elektron

 

         ..
         H3N + H+        NH4+  ......... (persamaan)

Jadi, pada persamaan diatas, NH3 adalah suatu asa karena memberikan pasangan elektron, sedangkan ion H+ adalah suatu asam karena menerima pasangan elekrtron. Semua asam-basa Arrhenius maupun asam-basa Bronsted-Lowry memnuhi pengerian asam-basa Lewis.
Konsep asam-bas Lewis dapat menjelaskan reaksi-reaksi yang bernuansa asam-basa meskipun tidak melibatkan proton (ion H+). Misalnya reaksi antara oksidasi basa dengan oksidasi asam.