d e w i k h a r i s m a w i n d a n i

portobellopurple

home - deskripsi program - referensi - tentang penulis

SIFAT-SIFAT KOLOID Sifat-Sifat Koloid

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama saya Dewi, nama lengkap saya Dewi Kharisma Windani. Saya lahir di Indramayu 14 Oktober 1987 dan sekarang saya kuliah di Jurusan Pendidikan Kimia Semester 5. Jadi saya asli Indramayu loh,,pada tau kan dimana kotanya yang paling terkenal sama mangganya itu loh...Baca selengkapnya

 

Muatan Koloid Sol

Muatan Koloid ditentukan oleh muatan ion yang terserap permukaan koloid.

Karena partikel koloid mempunyai muatan maka dapat bergerak dalam medan listrik. Jika ke dalam koloid dimasukkan arus searah melalui elektroda, maka koloid bermuatan positif akan bergerak menuju elektroda negatif dan sesampai di elektroda negatif akan terjadi penetralan muatan dan koloid akan menggumpal (koagulasi).

Contoh: cerobong pabrik yang dipasangi lempeng logam yang bermuatan listrik dengan tujuan untuk menggumpalkan debunya.

Dikenal dua macam koloid, yaitu koloid bermuatan positif dan koloid bermuatan negatif.Sifat koloid terpenting adalah muatan partikel koloid. Semua partikel koloid memiliki muatan sejenis (positif dan negatif). Maka terdapat gaya tolak menolak antar partikel koloid. Partikel koloid tidak dapat bergabung sehingga memberikan kestabilan pada sistem koloid. Sistem koloid secara keseluruhan bersifat netral.

a. Sumber muatan koloid sol

Partikel-partikel koloid mendapat muatan listrik melalui dua cara, yaitu dengan proses adsorpsi dan proses ionisasi gugus permukaan partikelnya.
- Proses adsorpsi
Partikel koloid dapat mengadsorpsi partikel bermuatan dari fase pendispersinya. Jenis muatan tergantung dari jenis partikel yang bermuatan. Partikel sol Fel (OH)3 kemampuan untuk mengadsorpsi kation dari medium pendispersinya sehingga bermuatan positif, sedangkan partikel sol As2S3 mengadsorpsi anion dari medium pendispersinya sehingga bermuatan negatif.
Sol AgCl dalam medium pendispersi dengan kation Ag+ berlebihan akan mengadsorpsi Ag+ sehingga bermuatan positif. Jika anion Cl- berlebih, maka sol AgCl akan mengadsorpsi ion Cl- sehingga bermuatan positif.

- Proses ionisasi gugus permukaan partikel
Beberapa partikel koloid memperoleh muatan dari proses ionisasi gugus-gugus yang ada pada permukaan partikel koloid.

b. Kestabilan koloid
Muatan partikel koloid adalah sejenis, cenderung karena sering tolak-monolak.

c. Lapisan bermuatan ganda
Permukaan partikel koloid mendapat muatan bahwa partikel-partikel bermuatan listrik. lapisan bermuatan listrik ini selanjutnya akan menarik ion-ion. Bagaimana sebenarnya struktur dari lapisan bermuatan ganda ini?
Permukaan lapisan ganda ini mengikuti model Helmoslzt. Sekarang model yang lebih akurat adalah :
Lapisan padat : koloid menarik ion-ion dengan muatan yang berlawanan.
Lapisan difusi : merupakan lapisan dimana muatan berlawanan dari medium pendispersi difusi.


d. Elektroforesis
Partikel koloid sol bermuatan listrik, maka partikel ini akan bergerak dalam medan listrik. Pergerakan partikel koloid dalam medan listrik disebut elektrofesis atau Elektroforesis adalah gerakan partikel koloid karena pengaruh medan listrik.
Femonema elektroforesis dapat digunakan untuk menentukan jenis muatan partikel koloid.

Elektroferesis merupakan peristiwa pergerakan partikel koloid yang bermuatan ke salah satu elektroda.
Elektrotoresis dapat digunakan untuk mendeteksi muatan partikel koloid. Jika partikel koloid berkumpul di elektroda positif berarti koloid bermuatan negatif dan jika partikel koloid berkumpul di elektroda negatif berarti koloid bermuatan positif.
Prinsip elektroforesis digunakan untuk membersihkan asap dalam suatu industri dengan alat Cottrell.

Muatan beberapa partikel koloid dalam medium pendispersi air:

Partikel Koloid Bermuatan Positif

Partikel Koloid Bermuatan Negatif

Fe(OH)3

As2S3

Al(OH) 3

Logam seperti Au, Ag, Pt

Pewarna dasar

Tepung

Hemoglobin

Tanah liat

 

 

 

 

created by winda_nie 2009

 

Tugas Pemroduksian Bahan Ajar Berbasis Web

Dewi Kharisma Windani / 0606627