Linus Pauling dilahirkan tanggal 28 Februari 1901 di Oswego, Oregon. Ayahnya, Herman Henry William Pauling adalah seorang apoteker. Herman meninggal karena luka borok bernanah yang hebat (perforated ulcer).
Linus adalah seorang anak yang gemar membaca. Salah satu temannya, Lloyd Jeffres, yang mempunyai laboratorium kimia di dalam kamarnya ketika Pauling masih berada di sekolah dasar menginspirasinya untuk menjadi seorang yang berkompeten dalam bidang teknik kimia.
Sewaktu sekolah, Pauling tidak diperkenankan untuk mengikuti kelas American History yang dapat membuatnya cepat lulus, karena itu Pauling tidak qualify dalam pendidikan diplomanya. Namun, sekolahnya (Washingthon High School) di Portland, memberikan gelar diploma 45 tahun kemudian setelah Pauling memenangkan dua Nobel
Tahun 1917, Pauling masuk ke Oregon State University. Pauling sangat aktif di kampusnya, namun karena kebutuhan hidupnya yang banyak maka dia harus full-time sementara jadwal kuliahnya yang begitu padat. Setelah tahun ke-2, ia memutuskan bekerja untuk membantu ibunya, namun universitas menawarinya untuk mengajar kelas quntitatif analisis, hal inilah yang membantunya untuk dapat lulus di universitas.
Dalam dua tahun terakhir sebelum kelulusannya, Pauling lebih tertarik pada bidang struktur elektronik atom dan ikatan antar molekul yang dikerjakan oleh Gilbert N. Lewis dan Irving Langmuir. Dia memutuskan untuk fokus pada sifat kimia dan fisika suatu senyawa berdasarkan struktur atom penyusunnya, dan dia menjadi salah satu penemu dalam sains baru yaitu kimia kuantum.
Tahun 1922, Pauling lulus menjadi sarjana teknik kimia di Oregon State University dan melanjutkan kuliahnya di California Institute of Technology (Caltech) di Pasadena, California. Penelitiannya berhubungan dengan penggunaan difraksi sinar X untuk menentukan struktur kristal. Ia juga menerbitkan tujuh makalah tentang struktur kristal dari beberapa mineral saat masih kuliah di Caltech. Pauling mendapat gelar Ph. D. dalam bidang kimia fisika dan matematika fisik, dengan hasil cum laude tahun 1925.
Tahun 1930, Pauling mulai mempublikasikan makalahnya tentang ikatan kimia, yang merupakan awal penulisan buku teksnya yang terkenal dan dipublikasikan tahun 1939. Hal ini merupakan dasar untuk dia memperdalam pengetahuannya dalam bidang ini, dan karena itu pula ia berhasil memenangkan Nobel kimia tahun1954, untuk penelitiannya dalam bidang ikatan kimia dan aplikasinya dalam struktur senyawa yang kompleks.
Penemuannya yang berkaitan dengan teori hibridisasi bermula dari ikatan kovalen yang berhubungan dengan perbedaan keelektronegatifan yang kecil antara dua atom, dan ikatan diantara atom - atom tersebut adalah ikatan kovalen. Pauling memperkenalkan dua konsep utama berdasarkan mekanikan kuantum yaitu hibridisasi orbital dan resonansi.
<< back to Teori Hibridisasi |