Pada tahun 1915, Henry Moseley melakukan percobaan penembakan suatu anoda dengan sinar katoda, yang menghasilkan sinar X dengan panjang gelombang yang berbeda untuk setiap unsur yang dijadikan anoda. Moseley menemukan adanya keteraturan antara panjang gelombang sinar X dengan bilangan bulat tertentu yang disebut Z dan Moseley menyebut Z ini sebagai nomor atom, yang ternyata nomor atom ini sesuai dengan jumlah muatan inti (jumlah proton) yang dikemukakan oleh Rutherford.

                   Nomor atom adalah bilangan bulat yang menyatakan jumlah proton dalam inti, dan untuk atom netral nomor atom menyatakan jumlah elektron. Sedangkan nomor massa adalah bilangan bulat yang menyatakan jumlah total dari proton dan neutron dalam inti. Untuk mempermudah dalam membedakan antara satu unsur dengan unsur yang lain maka digunakan notasi atau lambang unsur

                    Keterangan : X = simbol unsur

                                            A = nomor massa = jumlah proton + jumlah neutron

                                            Z = nomor atom = jumlah proton = jumlah elektron

Contoh : atom               mempunyai 17 proton, 17 elektron, dan nomor massanya 35. Oleh karena massa atom merupakan penjumlahan dari massa proton dengan massa neutron maka massa neutron sama dengan massa atom dikurangi massa proton, yaitu 35-17=18.

          Nomor atom adalah khas untuk setiap unsur artinya suatu unsur tertentu selalu mempunyai nomor atom yang berbeda dari unsur lainnya. Dengan kata lain nomor atom suatu unsur menunjukkan identitas suatu unsur. Sebagai contoh unsur besi memiliki nomor atom 26, dan tidak ada unsur lain yang memiliki nomor atom 26, sehingga jika suatu unsur memiliki nomor atom 26 sudah dapat dipastikan unsur tersebut adalah besi. Sedangkan untuk nomor massa tidak khas karena ada beberapa atom yang berbeda yang memiliki nomor massa yang sama, sebagai contoh

dengan yang sama-sama memiliki nomor massa 14.

 

 

[Back to introduction]