KENAIKAN TITIK DIDIH

BACK HOME    

Tekanan uap cairan meningkat bila suhu dinaikkan, dan cairan mendidih bila tekanan uapnya lebih besar atau sama dengan tekanan udara di atas cairan. Oleh karena zat terlarut yang tidak mudah menguap menurunkan tekanan uap maka suhu yang lebih tinggi diperlukan untuk menyebabkan larutan mendidih. Dengan demikian, adanya penurunan tekanan uap jenuh mengakibatkan titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut murni.

Untuk larutan non elektrolit kenaikan titik didih dinyatakan dengan:

DTb = m . Kb

dengan:

DTb = kenaikan titik didih (oC)
m
   = molalitas larutan
Kb
  = tetapan kenaikan titik didih molal

Kb seperti disebutkan di atas, disebut sebagai tetapan kenaikan titik didih molal yaitu kenaikan titik didih jika konsentrasi pelarut larutan adalah 1 molal. Harga Kb bergantung pada jenis pelarut.

Dibawah ini adalah harga Kb untuk beberapa pelarut:

Pelarut

Titik didih (oC)

Kb(oC/molal)

H2O (air)  100,0 0,52
C6H6 (benzen) 80,1 2,53
CCl4 (karbon t-klorida) 76,8 5,02
C2H5OH (etanol) 78,4 1,22
CHCl3 (kloroform) 61,2 3,63
CS2 (karbon disulfida) 46,2 2,34
C2H5OC2H5 (etil eter) 34,5 2,02
C10H16O (kamfor) 208,0 5,95
CH3COOH (asam asetat) 118,5 3,08

Karena : m = (W/Mr) . (1000/p) ; (W menyatakan massa zat terlarut)

Maka kenaikan titik didih larutan dapat dinyatakan sebagai:


DTb  = (W/Mr) . (1000/p) . Kb

Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm, maka titik didih larutan dinyatakan sebagai:

Tb = (100 + DTb)oC