PERBANDINGAN SIFAT SENYAWA ION DAN SENYAWA KOVALEN






PERBANDINGAN SIFAT SENYAWA  ION DAN SENYAWA KOVALEN
Perbandingan Sifat Senyawa Ion dan Senyawa Kovalen

Titik Didih

Titik didih senyawa kovalen relatif rendah, sedangkan senyawa ion relatif tinggi. Sebagian besar senyawa kovalen mendidih di bawah 200 C, sedangkan senyawa ion umumnya di atas 900 C. Pada suhu kamar semua senyawa ion berupa zat padat, keras tetapi rapuh. Untuk senyawa kovalen, pada suhu kamar ada yang berupa padatan dengan titk leleh yang realtif rendah, ada yang berupa cairan, dan ada pula yang berupa gas.

Titik didih berkaitan dengan gaya tarik menarik antarpartikel (disebut juga kohesi), semakin kuat kohesi, semakin tinggi titik didih. Air adalah suatu senyawa kovalen. Atom-atom dalam molekul air terikat kuat secara kovalen, tetapi ikatan antarmolekul (kohesinya) tidak begitu kuat, sehingga air relatif mudah mendidih. Natrium klorida (NaCl) adalah senyawa ion, meleleh pada suhu 801 C dan mendidih pada suhu 1517 C. Senyawa ion setiap partikel terikat kuat dengan gaya Coulomb. Oleh karena itu, sangat sukar untuk memisahkan partikel tersebut menjadi bentuk uap.


Kemudahan Menguap (Volatilitas)

Zat yang mudah menguap, seperti alkohol, cuka, parfum, minyak cengkeh, dan bensin, disebut volatil atau atsiri. Zat-zat yang volatil adalah senyawa kovalen dengan titik didih rendah, sehingga pada suhu kamar cukup banyak yang menguap. Menguap berbeda dengan mendidih. Mendidih adalah perubahan cairan menjadi gas pada titik didihnya. Sedangkan menguap adalah perubahan padatan atau cairan menjadi uap, tidak harus pada titik didihnya. Tidak ada senyawa ionik yang volatil.



Kelarutan

Senyawa ion cenderung larut dalam air, tetapi tidak larut dalam pelarut organik (seperti petroleum eter, aseton, alkohol, dan trikloroetana). Sebagai contoh, natrium klorida (garam dapur) larut dalam air tetapi tidak larut dalam kloroform. Sebaliknya, sebagian besar senyawa kovalen tidak larut dalam air, tetapi lebih mudah larut dalam pelarut organik.



Daya Hantar Listrik

Senyawa ion padat tidak menghantarkan listrik. Akan tetapi, jika senyawa ion dipanaskan hingga meleleh, maka dalam bentuk lelehan senyawa tersebut merupakan penghantar listrik. Senyawa ion juga dapat menghantarkan listrik jika dilarutkan dalam air. Lelehan atau larutan senyawa ion dapat menghantarkan listrik karena dalam keadaan demikian ion-ionnya dapat bergerak bebas. Ion-ion yang bergerak membawa muatan listrik. Dalam padatan ion-ion tidak dapat bergerak sehingga tidak dapat menghantarkan listrik.

Senyawa kovalen tidak dapat menghantarkan listrik baik dalam bentuk padatan maupun lelehan. Beberapa senyawa kovalen dapat menghantarkan listrik jika dilarutkan dalam air



Perbandingan sifat senyawa ion dan senyawa kovalen disimpulkan dalam Tabel berikut:





Sifat
Senyawa Ion
Senyawa Kovalen
Titik Didih
tinggi
rendah
Daya hantar listrik
padat: tidak menghantarkan listrik
lelehan: menghantarkan listrik
larutan: menghantarkan listrik
padat: tidak menghantarkan listrik
lelehan: tidak menghantarkan listrik
larutan: ada yang menghantarkan listrik
Kelarutan dalam air
umumnya larut
umumnya tidak larut
Kelarutan dalam trikloroetena
tidak larut
larut
Vini Pratiwi
E-mail: zzz_indigo14@yahoo.com
Home          Peta Konsep       Sistem Periodik Unsur