Paper Positioning Dua Calon Guru Besar Departemen Pendidikan Kimia, Universitas Pendidikan Indonesia

Pada tanggal 4 September 2020 pukul 08.30 WIB dilakukan pemaparan makalah oleh dua calon guru besar Departemen Pendidikan Kimia, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia (FPMIPA, UPI) secara daring. Kedua calon guru besar tersebut adalah Dr. Ratnaningsih Eko Sardjono, M.Si. (Kimia Organik) dan Dr. H. Wahyu Sopandi, MA. (Pendidikan KimiaPada kegiatan ini, para calon guru besar memaparkan makalah berkaitan dengan topik riset yang merupakan bidang keahliannya masing-masing selama kurang lebih 45 menit hingga 1 jam.

Gambar 1. Paper positioning Dr. Ratnaningsih Eko Sardjono, M.Si.

Dr. Ratnaningsih Eko Sardjono, M.Si. (Gambar 1) yang membawakan topik penelitian dengan judul riset “Kara Benguk (Mucuna pruriens)dari tanaman lokal menuju kemandirian obat Indonesia”. Dalam paparannya, dipilih Mucuna pruriens (MP) karena pada tanaman tersebut diketahui berbagai macam jenis bahan kimia alam seperti L-dopa yang dapat diolah untuk digunakan sebagai obat penyakit Parkinson., Penelitian ini telah cukup lama ditekuni oleh beliau dimana proses riset yang dilakukan terdiri dari pemilihan serbuk biji MP, proses ekstraksi, privatisasi, farmakologi dan toksikologi. Penelitian tentang Kara Benguk sebagai obat dari penyakit parkinson belum banyak yang menekuni.

Sementara itu, Dr. H. Wahyu Sopandi, MA. (Gambar 2) memaparkan tentang model pembelajaran RADEC. RADEC merupakan singkatan dari Read-Answer-Discuss-Explain-and Create. Dalam pemaparannya, model pembelajaran RADEK mengembangkan 5 tahap utama, diantaranya analyzing, developing innovations, designing, implementing, dan evaluating. Analyzing berhubungan dengan tiga level representasi; developing innovations berhubungan dengan membaca, membuat pertanyaan sebelum pembelajaran; designing berhubungan dengan membuat model pembelajaran yang cocok dengan kondisi di Indonesia; implementing berhubungan dengan pengaplikasian model pembelajaran di sekolah dan universitas; serta evaluating berhubungan dengan ketercapaian tujuan pembelajaran. Pada akhir pemaparan materi, Dr. H. Wahyu Sopandi, MA. menyimpulkan bahwa model pembelajaran RADEC merupakan model pembelajaran ideal berwawasan global dan berbasis kearifan nasional yang dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran kimia untuk membentuk manusia Indonesia masa depan.

Gambar 2. Paper positioning Dr. H. Wahyu Sopandi, MA.

Penyampaian pandangan terhadap kedua calon guru besar disampaikan ketua Departemen Pendidikan Kimia oleh Dr. Hendrawan, M.Si., perwakilan dosen (Dr. FM. Titin Supriyanti, M.Si), dan  ketua Prodi Pendidikan Kimia ( Dr. Sri Mulyani, M.Si). Adapun penilaian dari peer group penilai pengajuan guru besar disampaikan oleh Prof. Dr. Asep Kadarohman, M.Si, Prof. Dr. Nuryani Rustaman, M.Pd, Prof. Dr. Kokom Komalasari, M.Pd (sekretaris tim guru besar UPI), dan Prof. Dr. Sahidin, M.Si (guru besar Kimia UNHALU). Pada bagian akhir presentasi, dilakukan sesi tanya jawab dan diskusi. Acara ini berakhir pada pukul 11.45 WIB dengan penutupan disampaikan oleh wakil dekan bidang sumberdaya FPMIPA Prof. Dr. Nahadi, M.Pd, M.Si. Selamat kepada Ibu Dr. Ratnaningsih Eko Sardjono, M.Si., dan Bapak Dr. H. Wahyu Sopandi, MA, semoga terus menginspirasi dan proses penilaian pengajuan guru besar berjalan lancar (TR).