Merdeka Belajar Jarak Jauh

Pada tahun 2019 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengajukan regulasi baru yang diberi nama “Merdeka Belajar – Kampus Merdeka”. Regulasi ini menyatakan bahwa mahasiswa dari suatu program studi dapat mengikuti perkuliahan pada mata kuliah program studi lain, atau bahkan dari universitas lain. Salah satu dampak positif regulasi ini adalah perluasan kerjasama dan jaringan antar perguruan tinggi serta untuk  dapat memacu perguruan tinggi untuk lebih meningkatkan mutu proses pembelajaran internal untuk menarik peminat dari luar program studi.

Dampak positif tersebut tidak hanya diperoleh oleh perguruan tinggi, tapi juga oleh mahasiswa. Adanya “Merdeka Belajar” ini menyebabkan mahasiswa dapat mengambil mata kuliah selain yang ditawarkan oleh program studi masing-masing sehingga dapat memperluas kompetensi lulusan jika mahasiswa mengikuti perkuliahan dari mata kuliah dari program studi lain. Adanya pandemi COVID-19 yang mengakibatkan proses perkuliahan harus dilaksanakan dari jarak jauh secara daring ternyata tidak menyurutkan peminat program ini Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM). Bahkan bisa dikatakan sistem perkuliahan jarak jauh justru mempermudah pelaksanaan program MBKM ini. Mahasiswa dari Program Studi Kimia FPMIPA UPI diperbolehkan untuk mengambil maksimal 20 SKS di luar dari mata kuliah yang sudah ditawarkan oleh program studi. Selain itu, Program Studi Kimia juga menawarkan 8 mata kuliah (19 SKS) yang bisa diikuti mahasiswa dari luar program studi, yaitu Kimia Dasar 1 (3 SKS), Kimia Dasar 2 (3 SKS), Nutrisi dan Kesehatan (2 SKS), Kimia dan Teknologi Nano (3 SKS), Proses dan Industri Kimia (2 SKS), Pengantar Kimia Lingkungan (2 SKS), Kimia Polimer (2 SKS) dan Kimia Minyak Atsiri (2 SKS). Dalam implementasinya, pada semester ganjil 2020 ini sudah 2 mata kuliah yang ditawarkan oleh Program Studi Kimia telah diikuti oleh mahasiswa dari luar program studi yaitu Nutrisi dan Kesehatan (8 mahasiswa) dan Kimia Minyak Atsiri (10 mahasiswa).